resmikanpasarkradenan 21Bupati Grobogan Sri Sumarni melangsungkan peresmian pembangunan Pasar Tradisional Desa/Kecamatan Kradenan, Selasa (24/7/2018). Pembangunan pasar ini mendapatkan alokasi dana bantuan APBN dari Kementrian Koprasi dan BUMDes Desa Kradenan. Acara peresmian diawali dengan pemotongan tumpeng, dilanjutkan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti.

Camat Kradenan Karjanto menyatakan, Pasar Tradisional Desa Kradenan sebelumnya terletak di dekat Stasiun Kradenan. Atas usulan kepala desa, pasar tersebut akhirnya dipindahkan lokasinya ke tempat yang lebih luas agar kegiatan perekonomian warga berjalan aman.

’’Kami mengapresiasi gagasan pemindahan pasar yang diusulkan Kades Kradenan. Dengan dipindah lokasinya, kegiatan perdagangan dan perputaran perekonomian bisa berjalan lebih baik,” katanya.

Kepala Desa Kradenan Azim Tawakala meminta pada bupati agar memberikan bantuan fasilitas pendukung yang masih diperlukan. Yakni, kontainer sampah dan lampu penerangan jalan.

“Saat ini, masih kurang fasilitas pengelolaan sampah dan tambahan lampu penerangan jalan disekitar pasar. Kami mohon bantuan dua hal ini pada bupati,” kata Azim.

Menanggapi permintaan itu, Bupati Grobogan Sri Sumarni meminta agar pihak desa segera menyampaikan surat permohonan kepada Dinas Lingkungan Hidup yang menangani sampah dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) yang memiliki kewenangan masalah penerangan jalan umum.

“Tolong secepatnya mengajukan permohonan pada DLH dan DPUPR . Saya usahakan agar dua permintaan tadi dapat direalisasikan, sehingga kondisi pasar makin representatif dan nyaman untuk aktifitas perekonomian,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, bupati sempat mengingatkan pada pedagang untuk ikut menjaga dan merawat bangunan dengan baik. Jika kondisi pasar bersih dan nyaman maka akan bisa menarik calon pembeli untuk berbelanja.

“Usahakan kondisi pasar jangan sampai kumuh. Kalau pasarnya bersih maka pembeli akan senang belanja,” katanya.