gianyarstudytembakau 18Dinas Pertanian Grobogan kedatangan rombongan tamu dari Provinsi Bali, Rabu (25/7/2018). Yakni, rombongan pejabat dari Dinas Pertanian (Dinpertan) Kabupaten Gianyar. Kedatangan rombongan sebanyak 30 orang itu dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Gianyar I Made Raka. Ikut mendampingi sejumlah kabid, kasi, PPL dan petani tembakau di Kabupaten Gianyar.

Kedatangan rombongan dari Pulau Dewata disambut Kepala Dinas Pertanian Grobogan Edhie Sudaryanto di aula Rumah Kedelai Grobogan (RKG). Ikut mendampingi Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Grobogan Tri Wahono Saputro.

Usai diterima di RKG, rombongan dari Gianyar diajak melihat lahan tembakau di Desa/Kecamatan Tanggungharjo. Lahan tembakau seluas 35 hektar yang dikunjungi ini adalah milik anggota kelompok tani Subur Makmur I.

Selama berada di lokasi, rombongan tamu dari Gianyar bisa melihat langsung kondisi tanaman tembakau dan bertanya banyak hal pada petani maupun pejabat dari Dinas Pertanian Grobogan yang ikut mendampingi kunjungan lapangan.

“Hamparan tembakau di Grobogan ini terlihat luas sekali. Beda dengan di Giayar yang petak sawahnya ukurannya kecil-kecil. Kondisi tanaman terlihat bagus sekali,” kata Kepala Dinas Pertanian Gianyar I Made Raka, saat meninjau lahan tembakau.DIa menyatakan, dari kunjungannya ke Grobogan, banyak tambahan pengetahuan yang didapat. Nantinya, hasil kunjungan itu akan coba diterapkan oleh petani di Gianyar.

“Dalam kunjungan ini sengaja kita ajak juga para petani tembakau di Gianyar. Dengan demikian, petani bisa terbuka wawasannya dan bisa mengadopsi ilmu dari Grobogan,” jelasnya. Satu hal lagi yang nantinya akan diterapkan adalah melakukan uji varietas tembakau. Seperti yang sudah dilakukan oleh Dinas Pertanian Grobogan. “Tahun 2019 kita rencanakan untuk melakukan uji varietas tembakau,” pungkasnya.

Raka menyatakan, pihaknya sengaja memilih Grobogan untuk tempat kunjungan kerja. Soalnya, dari informasi yang didapatkan, sektor pertanian di Grobogan sudah maju dan seringkali meraih prestasi di level nasional.

“Kita banyak masukan informasi soal pertanian di Grobogan. Terutama dari media sosial. Dari sinilah, kita akhirnya memutuskan untuk melakukan kunjungan kerja ke Grobogan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Grobogan Edhie Sudaryanto menyatakan, pihaknya merasa mendapat kehormatan karena mendapat kunjungan dari Dinas Pertanian Gianyar untuk menimba ilmu masalah budidaya tembakau.

“Terima kasih atas kedatangannya di Grobogan. Semoga dari kunjungan ini akan membawa manfaat bagi kita semua,” katanya, saat menerima kedatangan tamu dari Gianyar.

Edhie mengungkapkan, tembakau merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan di Grobogan. Saat ini, luasan tanam tembakau mencapai 2.541 hektar berada di beberapa kecamatan. Yakni, Kecamatan Tanggungharjo, Tegowanu, Karangrayung, Penawangan, Purwodadi, Toroh, Pulokulon, Kradenan, Wirosari dan Gabus. Berdasarkan data tahun lalu, luas areal tembakau di Grobogan ada 1800 hektar. Adapun total produksi sebanyak 2.160 ton dan provitas tembakau tahun 2017 adalah 1,2 ton per hektar. Umumnya tembakau yang ditanam oleh petani adalah varietas Crupung dan Mboja.

Dalam penanaman tembakau ini, pihaknya telah berperan aktif dalam memfasilitasi terjalinnya kemitraan antara petani tembakau. Saat ini, petani tembakau sudah berhasil menjalin kemitraan dengan tiga perusahaan yang menjadi pemasok tembakau untuk pabrik rokok. Yaitu, PT Sadhana Arifnusa, CV Restu Sejati dan PT Merabu.

“Dengan adanya kemitraan petani tembakau tidak lagi was-was dalam menjual hasil produk tembakaunya. Melalui kemitraan, petani tembakau dapat berusaha tani tembakau dengan baik dan tenang,” terang Edhie.