Bencana kekeringan yang melanda wilayah Grobogan sejak beberapa bulan terakhir mendapat perhatian dari banyak pihak. Terbaru, perhatian diberikan oleh Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jateng dengan menyalurkan bantuan air bersih ke desa kekeringan di Kecamatan Kradenan.

Penyerahan bantuan secara simbolis dilangsungkan di Balaidesa Pakis, Selasa (24/9/2019). Hadir dalam kesempatan ini, Bupati Grobogan Sri Sumarni didampingi sejumlah kepala OPD terkait serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jateng Soeko Wardoyo.

Dalam kesempatan itu, bupati menegaskan, penyaluran bantuan air bersih ke desa yang terdampak kekeringan di Grobogan terus dilakukan oleh pihak BPBD. Hingga saat ini, sudah ada bantuan sebanyak 1.153 tangki atau 5.063.000 liter air bersih yang disalurkan pada masyarakat.

“Selain dari pemerintah daerah, bantuan air bersih juga diberikan perusahaan, dunia usaha, serta lembaga atau organisasi non pemerintah bahkan perorangan. Kita minta semua pihak untuk bersama-sama menangani bencana kekeringan ini,” ujarnya.

Berdasarkan informasi dari BMKG Stasiun Semarang puncak musim kemarau terjadi pada bulan Agustus 2019 dan wilayah Grobogan diperkirakan mengalami musim kemarau sampai bulan November. Sebagai antisipasi, pemerintah daerah telah mengambil langkah dengan melakukan pendataan dan pencatatan daerah mana saja yang mengalami kekurangan air bersih paling parah.

Menurut bupati, dari pendataan yang telah dilakukan, sampai saat ini terdapat 110 desa di 16 Kecamatan yang mengalami bencana kekeringan. Dari 110 desa tersebut, semuanya sudah menerima bantuan air bersih. Meski demikian, bantuan air bersih akan terus disalurkan sampai berakhirnya kemarau.

“Masyarakat saya minta jangan kuatir. Kalau masih butuh bantuan air langsung hubungi BPBD. Untuk itu, saya perintahkan pada BPBD agar memenuhi semua permintaan bantuan air bersih sampai kemarau berakhir,” tegas bupati.