Badan Wakaf Indonesia (BWI) Grobogan menggelar kegiatan pembinaan nadzir wakaf yang dilangsungkan di gedung Riptaloka, setda setempat, Kamis (10/10/2019). Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan pada nadzir tentang pengelolaan tanah wakaf agar lebih profesional.

Acara pembinaan nadzir ini dibuka Sekretaris Daerah Grobogan Moh Sumarsono. Hadir pada acara tersebut, Kasubag TU kantor Kemenag Grobogan Ali Ichwan, Ketua Baznas Jateng Ahmad Darodji, pengurus BWI Jateng dan perwakilan dari Kanwil Kemenag Jateng.

Sekretaris Daerah Grobogan Moh Sumarsono mengungkapkan, sejauh ini, masyarakat pada umumnya belum mengetahui dan memahami hukum wakaf secara benar ditinjau dari beberapa aspek. Selama ini, masih banyak pengurusan wakaf yang dilakukan secara konvensional dan tradisional atas dasar saling percaya serta kurang memperhatikan faktor keamanan.

Dari kondisi ini, apabila terjadi perbuatan hukum yang disengaja maupun tidak karena minimnya pengetahuan peraturan maka bisa berdampak beralihnya hak kepemilikan ataupun peruntukan harta benda wakaf.

Menurutnya, tugas nadzir dinilai cukup berat. Sebab, mereka dituntut bisa mengelola, melindungi dan mendayagunakan tanah wakaf untuk kemaslahatan umat.

“Untuk mendukung pengelolaan wakaf yang profesional maka dibutuhkan SDM yang dapat memahami tugas dan fungsi sebagai nadzir. Oleh sebab itu, saya mengapresiasi adanya pembinaan kompetensi nadzir ini. Harapannya, setelah mengikuti acara ini, hal-hal yang berkaitan dengan wakaf bisa ditangani lebih baik lagi,” kata Sumarsono.