Adapun capaian penyelenggaraan Urusan Pekerjaan Umum, dapat dilihat dari indikator kunci sebagai berikut :

  1. Panjang jalan kabupaten dalam kondisi baik, dengan tingkat capaian kinerja sebesar 33,17% atau sepanjang 292,924 Km dari total 883,1 Km.
  2. Luas irigasi Kabupaten dalam kondisi baik, dengan tingkat capaian kinerja sebesar 76,29% atau 38.416 hektar dari total 50.358 hektar.
  3. Rumah Tangga Per Sanitasi, dengan tingkat capaian kinerja sebesar 66,16% yaitu sebesar 333.642 keluarga bersanitasi dari jumlah seluruh keluarga sebesar 505.518.
  4. Kawah Kumuh dengan tingkat capaian kinerja 0% atau dengan kata lain tidak ditemukan kawasan kumuh.

Adapun prioritas program dan kegiatan yang dilaksanakan antara lain sebagai berikut :

a. Program Peningkatan Jalan dan Jembatan.

Upaya perbaikan kondisi prasarana umum jalan pada tahun 2011 dapat dilihat dari bertambahnya ruas jalan Kondisi Mantap sepanjang 11,9 km atau 4,26%, bertambahnya jalan dalam Kondisi Sedang sepanjang 14,2 km atau 4,88%, dan berkurangnya jalan Rusak Ringan sepanjang 14,2 km atau 7,92%, serta berkurangnya jalan Rusak Berat sepanjang 11,9 km atau 9,2%.

Program ini dilaksanakan melalui 240 paket peningkatan jalan sepanjang ± 55,94 km, meliputi 34 paket Kontruksi paving block sepanjang 55,94 km, 101 paket Beton setapak sepanjang 10,56 km, 25 paket Beton Full Rigid sepanjang 1,52 km, 28 paket ATB sepanjang 14,24 km, 50 paket Telford sepanjang 22,08 km dan 2 paket pembangunan Trotoar sepanjang 200 m.

b. Program Pemeliharaan jalan dan jembatan.

Program ini dilaksanakan melalui 16 paket pemeliharaan jalan dan jembatan, dengan realisasi kegiatan berupa 6 paket Beton setapak sepanjang 520 m, 2 paket Beton Full Rigid sepanjang 230 m, 1 paket ATB sepanjang 220 m, 7 paket Trotoar sepanjang 5700 m dan 3 paket rehab jembatan total sepanjang 30 m.

c. Program Pembangunan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi, rawa dan jaringan pengairan lainnya.

Program ini diarahkan untuk pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi guna meningkatkan suplai air irigasi, yang ditempuh melalui 71 kegiatan meliputi : rehab saluran induk, saluran sekunder, saluran tersier, rehab bendung dan talang air.

d. Program Pengendalian Banjir.

Program ini dilaksanakan melalui 12 kegiatan, dengan realisasi antara lain berupa : pemasangan bronjong, pembuatan talud, normalisasi avour dan perbaikan bantaran kali.