Pembiayaan Daerah adalah semua penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali, baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun pada tahun-tahun anggaran berikutnya.

Pembiayaan Daerah digunakan untuk menutup defisit anggaran atau untuk memanfaatkan surplus. Untuk itu dalam keadaan APBD diperkirakan defisit, ditetapkan pembiayaan untuk menutup defisit tersebut. Pembiayaan Daerah diantaranya bersumber dari sisa lebih perhitungan anggaran tahun anggaran sebelumnya, pencairan dana cadangan, hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan, penerimaan pinjaman, dan penerimaan kembali pemberian pinjaman atau penerimaan piutang.

Dalam penganggarannya Pembiayaan daerah dianggarkan dalam dua bagian yaitu  :

  1.  Penerimaan Pembiayaan Daerah.
  2.  Pengeluaran Pembiayaan Daerah.

Kebijakan Penerimaan Pembiayaan Daerah diarahkan untuk penyesuaian penerimaan pembiayaan terkait dengan perlu dicantumkannya SiLPA Tahun sebelumnya. Sedangkan Pengeluaran Pembiayaan Daerah diarahkan sebagai imbangan atas diterimanya utang serta, perlu disesuaikan kembali pemberian pinjaman kepada masyarakat. Pembiayaan Netto merupakan selisih antara penerimaan pembiayaan dengan pengeluaran pembiayaan.  

Selama Tahun 2010, jumlah pembiayaan netto dapat menutup defisit anggaran terbukti selalu dalam angka positif. Adapun Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan (SILPA) Tahun 2010 sebesar Rp.63.915.469.106,-.

Target dan Realisasi Pembiayaan APBD Kabupaten Grobogan keadaan Tahun 2010, dapat dilihat sebagai berikut : 

  Target dan Realisasi Pembiayaan APBD Kabupaten Grobogan Tahun 2010

Realisasi-Pembiayaan-APBD

Sumber : DPPKAD Kabupaten Grobogan