Pendidikan merupakan salah satu tolok ukur untuk menilai kualitas penduduk. Semakin tinggi tingkat pendidikan yang ditamatkan, maka semakin baik kualitas SDM di wilayah tersebut. Tamat sekolah didefinisikan sebagai jenjang pendidikan yang telah berhasil diselesaikan oleh seseorang yang dibuktikan dengan ijazah atau surat tanda tamat belajar. Tetapi jika menggunakan ukuran menurut jenjang tertinggi, maka ukurannya adalah jenjang atau kelas tertinggi yang pernah ditempuh oleh seseorang.

Secara umum tingkat pendidikan penduduk usia 5 tahun keatas Kabupaten Grobogan Tahun 2008-2011 sebagaimana tampak dalam tabel berikut.

Tabel : Tingkat Pendidikan Penduduk Usia 5 tahun keatas

di Kabupaten Grobogan Tahun 2008-2011

Tingkat-Pendidikan-Penduduk

Sumber : BPS Kabupaten Grobogan (data tahun 2011 merupakan angka sementara)

Dari data tingkat pendidikan penduduk Kabupaten Grobogan 2011, tertinggi ditempati oleh tamatan SD atau sederajat sebanyak 39%, kemudian secara berurutan diikuti kategori tidak atau belum pernah sekolah dan tidak atau belum tamat SD sebanyak 33%, SLTP atau sederajat 17%, tamatan SMU atau sederajat 9%, dan terakhir Akademi/Diploma, S1, S2, dan S3 sebanyak 2%.

Secara grafis komposisi penduduk menurut tingkat pendidikan sebagaimana gambar berikut:

Komposisi-tingkat-pendidikan-pendudukGambar : Komposisi tingkat pendidikan penduduk usia 5 Tahun ke atas

 

Selanjutnya kinerja bidang pendidikan dapat dilihat secara makro melalui Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM). APK merupakan Persentase jumlah siswa pada jenjang pendidikan tertentu dibandingkan dengan penduduk kelompok tertentu usia sekolah. Sedangkan APM merupakan persentase jumlah siswa pada usia jenjang pendidikan tertentu dibandingkan dengan penduduk kelompok usia sekolah. Lebih jelas dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel : Kinerja Bidang Pendidikan

APM-dan-APK-Tahun-2008-2011

Sumber : BPS Kabupaten Grobogan (data tahun 2011 merupakan angka sementara)

Usia sekolah SD     :  7-12 tahun

Usia sekolah SLTP  :  13-15 tahun

Usia sekolah SLTA  :  16-18 tahun

 

Angka Partisipasi Murni (APM) Sekolah Dasar (SD) merupakan angka dari hasil pembagian antara Jumlah siswa dalam usia SD yaitu 7-12 tahun dengan Jumlah penduduk kelompok usia SD yaitu 7-12 tahun. Sedangkan Angka Partisipasi Kasar (APK) SD merupakan angka dari hasil pembagian antara Jumlah seluruh siswa SD dengan Jumlah penduduk kelompok usia SD.

APM Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) merupakan angka dari hasil pembagian antara Jumlah siswa dalam usia SLTP yaitu 13-15 tahun dengan Jumlah penduduk kelompok usia SLTP yaitu 13-15 tahun. Sedangkan APK SLTP merupakan angka dari hasil pembagian antara Jumlah seluruh siswa SLTP dengan Jumlah penduduk kelompok usia SLTP.

APM Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) merupakan angka dari hasil pembagian antara jumlah siswa dalam usia SLTA yaitu 16-18 tahun dengan Jumlah penduduk kelompok usia SLTA yaitu 16-18 tahun. Sedangkan APK SLTA merupakan angka dari hasil pembagian antara Jumlah seluruh siswa SLTA dengan Jumlah penduduk kelompok usia SLTA.

Makin tinggi APK berarti makin banyak anak usia sekolah yang bersekolah disuatu daerah, atau makin banyak anak usia di luar kelompok usia sekolah tertentu bersekolah di tingkat pendidikan tertentu. Nilai APK bisa lebih besar dari 100% karena adanya siswa di luar usia sekolah, atau luar daerah ikut bersekolah. Kegunaan APK untuk mengetahui banyaknya anak usia sekolah yang bersekolah disuatu jenjang pendidikan.

Makin tinggi APM berarti makin banyak anak usia sekolah yang bersekolah disuatu daerah, atau makin banyak anak usia di luar kelompok usia sekolah tertentu bersekolah di tingkat pendidikan tertentu.

 

Adapun capaian penyelenggaraan Urusan Pendidikan, dapat dilihat dari indikator kunci sebagai berikut :

  1. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), pesertanya mencapai 23.571 anak atau 38,45%.
  2. Penduduk yang berusia diatas 15 tahun melek huruf (tidak buta aksara), tingkat capaian kinerja mencapai 91,2% atau 413.979 orang.
  3. Angka Partisipasi Murni (APM) SD/MI/Paket A, tingkat capaian kinerjanya sebesar 95,12% atau 139.558 anak dari total 146.749 anak usia 7-12 tahun.
  4. Angka Partisipasi Murni (APM) SMP/MTs/Paket B, dengan tingkat capaian kinerja sebesar 72,11% atau sebesar 51.709 anak dari total 71.708 anak usia 13-15 tahun.
  5. Angka Partisipasi Murni (APM)) SMA/SMK/MA/Paket C, dengan tingkat capaian kinerja sebesar 42,23% atau 34.485 anak dari total 81.659 anak usia 16-18 tahun.
  6. Angka Putus Sekolah (APS) SD/MI, tingkat capaian kinerja sebesar 0,06% atau sebesar 99 siswa dari total 153.829 siswa.
  7. Angka Putus Sekolah (APS) SMP/MTs, tingkat capaian kinerjanya sebesar 0,37% atau 248 siswa.
  8. Angka Putus Sekolah (APS) SMA/SMK/MA, dengan tingkat capaian kinerja sebesar 0,77%, atau 235 siswa.
  9. Angka Kelulusan (AL) SD/MI, tingkat capaian kinerjanya mencapai 97,13% atau sebesar 23.912 siswa.
  10. Angka Kelulusan (AL) SMP/MTs, tingkat capaian kinerjanya mencapai 100% atau sebesar 21.173 siswa.
  11. Angka Kelulusan (AL) SMA/SMK/MA, tingkat capaian kinerjanya mencapai 96,46% atau sebesar 8.952 siswa.
  12. Angka Melanjutkan (AM) dari SD/MI ke SMP/MTs, dengan tingkat capaian sebesar 92,08% atau sebesar 22.087 siswa.
  13. Angka Melanjutkan (AM) dari SMP/MTs ke SMA/SMK/MA, dengan tingkat capaian sebesar 37,28% atau sebesar 11.357 siswa.
  14. Guru yang memenuhi kualifikasi S1/D-IV, tingkat capaian kinerjanya mencapai 62,39%, atau 8.386 guru.

Radio Purwodadi FM

Klik banner ini untuk mendengarkan siaran Radio Purwodadi FM, dan Pastikan di komputer dan gadget anda sudah ter-install vlc media player !!

Go to top